Fullstory Logo



ALKITABberkata

n.a.



× ALKITABberkata uses FullStory to post more than 140 characters on twitter.
FullStory is a free service. you can use colors and smilies and you can alos embed photos and videos.


Sepuluh Hukum Bukanlah KUK.
Allah tidak bermaksud menyusahkan kita ketika memberkan hukum-hukumNya melainkan merancang suatu kehidupan yang bahagia dengan kita menaati perintah-Nya.


HukumNya menjaga kita dari hal-hal yang buruk.  BACALAH  dan Saudara pasti menemukan PANDANGAN BARU terhadap Sepuluh Hukum.


 


Hukum ke-1


Sepuluh Perintah Tuhan


menjadi Kabar Baik!


 


”Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.” Keluaran 20:3


 


Para ahli yang telah mempelajari Alkitab secara mendalam telah membuat satu penemuan yang luar biasa.


Jika dimengerti dengan benar, Sepuluh Hukum yang terkenal dengan “Jangan lakukan ini!” atau “Jangan lakukan itu!”, yang banyak orang berpikir telah merusak kesenangan mereka, ternyata menjadi sepuluh kategori Kabar Baik bilamana kita mengerti mengapa Tuhan memberikan hukum-hukum itu.  Penemuan ini mengangkat beban berat dari hati-hati yang lelah di muka bumi ini.


Misalkan, ketika hukum mengatakan,”Janganlah mencuri!” apa yang sebenarnya dikatakan adalah bahwa Tuhan akan menyelamatkan anda dari pencurian bahkan mencuri seutas tali sepatu! Anda tidak akan mengalami masalah, bahkan saat anda sendirian di ruangan bendahara dengan satu juta dollar di meja.  Tuhan akan menyelamatkan anda dari mencuri.


Dan saat hukum mengatakan,”Janganlah berzinah!”  apa yang sebenarnya dikatakan adalah bahwa Tuhan akan menyelamatkan anda dari kejatuhan kedalam lubang penipuan, betapapun nikmatnya godaan seksual itu.  “Mulut perempuan jalang adalah lobang yang dalam; orang yang dimurkai TUHAN akan terperosok ke dalamnya.” (Amsal 22:14).  Kesengsaraan yang akan anda hindari sangatlah besar!  Sepuluh Hukum menjadi sesuatu yang tidak pernah dimimpikan oleh banyak orang : sepuluh pekabaran mujizat dari Kabar Baik yang menyenangkan.


Penemuan yang Tidak Terduga dari Kabar Baik Baru-Baru Ini!


Hal itu menjadi topik yang dibicarakan di lingkungan tinggi para ahli Alkitab.  Seperti halnya Internet adalah penemuan yang telah merevolusi komunikasi elektronik modern, demikian juga penemuan kebenaran Alkitab merevolusi pemberitaan injil ke seluruh dunia.  Orang-orang dibangunkan dari mimpi; Sepuluh Hukum telah menjadi Kabar Baik!


Akhirnya sekarang kita bisa mengalami kebebasan pemahaman yang dikatakan oleh Alkitab selama ini tetapi kelihatannya begitu sulit untuk dimengerti: ” Betapa kucintai Taurat-Mu! [tidak banyak di antara kita yang pernah merasakan hal itu!]   Aku merenungkannya sepanjang hari [bosan, kita sudah pikirkan berkali-kali!] Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku….. Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku….. Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua…. Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku! [ini akan menjadi satu mujizat!] Aku beroleh pengertian dari titah-titah-Mu, itulah sebabnya aku benci segala jalan dusta” (Mazmur 119:97-104). Banyak orang tidak pernah menemukan kesenangan ini.


Bahkan mereka yang ke gerejapun biasanya memiliki hubungan kasih atau benci dengan Sepuluh Hukum.  Hukum-hukum ini seperti sebuah beban berat, sepuluh ajaran yang diukir di batu yang dingin, larangan-larangan keras yang menghancurkan semua kesenangan hidup.  Segala yang sepertinya nikmat untuk dilakukan menjadi “Kamu tidak boleh!” Sepuluh Hukum seperti penghadang jalan pada tol kebahagiaan.


Namun di relung hati kita, kita menyadari adalah salah bila kita melanggarnya; kesengsaraan ada akibatnya baik di kehidupan sekarang ini atau yang akan datang.  Tapi kita tidak tahu bagaimana caranya  mentaati hukum-hukum itu,  apalagi mencintainya.  Kelihatannya terlalu sulit.


 


Sekarang tibalah penyingkapan yang fantastis ini :


Sebenarnya hukum-hukum itu adalah sepuluh jaminan kemenangan.  Dan yang harus kita lakukan adalah berbeda dengan peraturan “Lakukan ini atau!” yang selama ini kita pikirkan : tugas kita adalah percaya kepada Berita Baik yang telah Tuhan taruh di dalamnya.  Kemudian iman akan bekerja untuk menghasilkan kepatuhan melalui kasih.


Pertama-tama kita dikejutkan oleh penyingkapan : mungkin kita telah salah mengutip Sepuluh Hukum, tanpa menyadari apa yang sedang kita lakukan.  Siapapun yang telah mengajarkan Sepuluh Hukum itu kepada kita sejak kita masih kecil biasanya secara tidak sengaja meninggalkan satu ayat yang Tuhan letakkan pada permulaan sebelum kata-kata larangan itu.  Tinggalkan itu dan sepuluh hukum itu memang sepertinya menjadi Berita Buruk, satu ”kuk perbudakan”  Banyak orang, bahkan pendeta-pendeta dan guru-guru, tidak melihat pentingnya ayat pembuka itu.  Bahkan mereka yang mengklaim dirinya adalah pakar dalam berkotbah ”sepuluh hukum Tuhan dan iman kepada Yesus” juga tidak melihatnya.


Inilah-ayat yang hilang yang ada pada permulaan Sepuluh Hukum :


Lalu Allah mengucapkan segala firman ini: “Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan” (Keluaran 20:1,2)


Ada beberapa kebenaran berkekuatan dinamit yang terdapat di sini yang dapat menggoncangkan dunia :


Pertama, Tuhan memberitahu kita bahwa namaNya yang sebenarnya adalah : “Tuhan”.


Di dalam bahasa Ibrani disebut Yehovah atau Yahweh, sebuah nama yang memiliki keistimewaan yang menyertainya.  Hal itu menandakan hubungan istimewa antara Tuhan dengan manusia yang telah jatuh.  Nama Yesus dalam bahasa Ibrani artinya, ”Yehova menyelamatkan”.   Jadi Tuhan memberitahukan pada kita siapa Dia yaitu – ”Penyelamat dunia” (Yohanes 4:42).  Dengan kata lain, sebelum kita mendengar tentang Hukum itu sendiri, Dia memberikan kesan pada kita dengan injil Kabar Baik.  Dia tidak mengatakan, ”Saya adalah Hakimmu; tuanmu yang kejam, Pemberi Hukum yang akan menghukum setiap pelanggaranmu!” Seribu kali, Tidak!  Dia mengatakan kepada kita, ”Saya adalah Juruselamatmu.  Saya adalah Temanmu.  Saya berada di sisimu.  Ini ada sesuatu yang baik bagimu!”.


Kedua, ayat yang diabaikan ini memberitahu kita bahwa Dia adalah Tuhan dari semua orang, “Saya adalah Tuhan Allahmu”.


Kata “engkau” adalah engkau, dimanapun engkau berada.  Anda mungkin berkata, ”Maaf, saya tidak pernah menyembah Dia.  Saya seorang kafir, atau seorang ateis, atau seorang berdosa.  Saya tidak layak menerima Dia sebagai Tuhan Allah saya, atau Kabar Baik yang saya butuhkan dari Dia asdalah untuk memberitahukan pada saya bahwa saya memiliki uang satu juta dollar di bank“.  Baiklah, Dia katakan pada anda, “Saya adalah…Tuhanmu.  Saya adalah milikmu, walaupun anda tidak pernah mengenal Saya, walaupun anda berlaku seperti musuhKu.  Saya adalah ’Tuhan dari semua daging,’ dan ketika orang-orang menyalibkan Saya, Saya berdoa, ’Bapa, ampunilah mereka, karena mereka tidak mengetahui apa yang mereka perbuat.“  “DoaNya termasuk anda.  Dia mengampuni anda sebelum anda memintanya.


Bahkan sebelum Tuhan mengucapkan perintah pertama dari hukumNya, Dia mengkhotbahkan injil yang dimulai dengan, ”Saya membawa engkau keluar dari tempat perbudakan”.   Ketika Yesus mengajarkan kita berdoa, “Bapa kami yang ada di surga,” yang dimaksudkan adalah untuk kita semua, betapapun jahatnya, untuk mengingatkan kita BapaNya adalah Bapa kita.  Ini adalah Kabar Baik yang istimewa itu :  Doakan doa itu dari hatimu, dan hidupmu akan diubahkan.


Ketiga, dalam kata pembukaNya Tuhan memberitahu kita bahwa kita tidak termasuk dalam kerohanian Mesir.


Adalah benar bahwa kita semua “dilahirkan” di sana.  Mesir atau Tanah kegelapan bukanlah rumah kita yang sebenarnya.  Dia katakan dalam kalimat masa lampau : ”Saya membawa (brought) kamu keluar dari tanah Mesir”.  Saya telah membebaskan anda; anda seperti seorang tawanan dalam penjara yang tidak mengetahui bahwa pintu sudah terbuka.  Pekabarannya menyebutkan, ” Ya TUHAN, aku hamba-Mu! Aku hamba-Mu, anak dari hamba-Mu perempuan! Engkau telah membuka ikatan-ikatanku! (Mazmur 116:16).  Ketahuilah ini, dan percayalah, sebelum anda kuatir dengan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh.


Keempat, Tuhan telah membebaskan kamu “dari tempat perbudakan”


Sama halnya Dia memilih bangsa Israel untuk menjadi “anak” Nya, demikian juga dalam Kristus, Dia telah memilih anda. (Israel tidak benar-benar menjadi “budak” di Mesir.  Orang-orang Mesir membuat mereka berpikir bahwa mereka adalah budak, dan mereka mempercayainya, dan akhirnya mereka keliru melayani sebagai budak, tetapi sementara itu mereka adalah orang-orang bebas yang menunggu Musa untuk memberitahu mereka tentang kebenaran, “Tinggalkan! Keluar – menuju kebebasan di tanah milikmu).


Apa yang sedang ditunggu-tunggu dunia adalah mendengarkan pekabaran masa lampau tentang kebebasan.  Bapa mengirim AnakNya dengan misi yang nyata : selamatkan dunia!  Sebelum Dia disalibkan, Dia berdoa kepada  BapaNya, ”Saya telah menyelesaikan tugas yang Engkau berikan pada Saya” (Yohanes 17:4). Bagaimana Dia bisa ucapkan itu bila Dia gagal menyelamatkan dunia?


Orang Samaria adalah yang pertama percaya kepada kebenaran, dimana mereka mengakui bahwa Dia adalah “Penyelamat dunia” (Yohanes 4:42).  Yohanes mengatakan pengorbananNya adalah pendamaian bagi dosa “seluruh dunia” (1 Yohanes 2:2).  Paulus mengatakan Dia telah menjadi “Juruselamat bagi semua orang” (1 Timotius 4:10), dan bahwa Dia telah membawa keselamatan ”kepada setiap orang” (Titus 2:11).  Dia mati ke dalam kematian terakhir, “kematian kedua,”  “bagi semu orang” (Wahyu 2:11; Ibrani 2:9). Semua termasuk anda!


Kelima, Berita Baik ini adalah Nyata karena Anak Allah telah menjelma menjadi Manusia


Sangat sederhana.  Seperti halnya orangtua kita pertama, Adam, kepala seluruh bangsa di bumi, telah membawa “hukuman” pada “setiap orang” demikian juga sekarang ini, Adam kedua, Kristus, telah membawa “pengadilan….keputusan pembebasan” terhadap semua orang (Roma 5:15-18).  Itu tidak berarti “semua orang” secara otomatis akan ke surga; itu berarti bahwa ketika Kristus mati di kayu salib, Dia mati untuk ”semua orang” dan kecuali mereka tidak percaya dan membuang keselamatan yang Tuhan telah berikan kepada mereka ”dalam Kristus,” mereka akan diselamatkan selama-lamanya.  Kehidupan yang telah kita nikmati adalah pemberian dari Dia, dan Dia selalu maksudkan itu sebagai permulaan dari kekekalan hidup kita juga.


Ketika Tuhan menamai Adam, Dia memberikan nama yang sama kepada seluruh umat manusia.  Tidak ada satu jiwapun yang dilahirkan di planet Mars.  Kita semua secara alamiah ”di dalam Adam”  Tetapi Bapa mengirim AnakNya ke dalam dunia untuk menjadi Adam kita yang baru, untuk memecat Adam yang pertama dan menggantikan tempatnya.  Tuhan tidak dapat memungkiri AnakNya sendiri!  Oleh karena itu Dia juga telah mengadopsi seluruh umat manusia ”di dalam Kristus”.


Seperti halnya Yesus membawa kita ke rumahNya untuk makan malam, dan Bapa mengatakan,”Baiklah, bawa mereka semua; Saya mengadopsi mereka semua”.  Kita melihat hal ini dari cerita Yesus saat di baptis.  Saat Dia dibaptiskan di Sungai Yordan, satu suara terdengar, ”Inilah AnakKu yang Ku-kasih, kepadaNyalah Aku berkenan” (Matius 3:17). Suara yang sama merangkul anda pada saat yang sama!  Ini semua ada di kata pembukaan Tuhan pada Sepuluh Hukum.  Kalimat masa lampau!  Saya telah membawa engkau keluar dari perbudakan.  Mungkin anda telah di “Mesir” sepanjang hidupmu dan tidak mengetahui kebebasan yang sebenarnya dalam Kristus!


Hukum yang Pertama Rasanya yang Paling Sulit Dituruti oleh Banyak Orang!


Hukum itu katakan, ”Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku” (keluaran 20:3).  Tetapi sekarang mari kita lihat bagaimana hal ini menjadi Kabar Baik :


“allah lain dihadapan” Tuhan bisa apa saja (atau siapa saja!) yang menangkap penyembahan hati kita gantinya penyembahan padaNya.  Kita mungkin tersenyum pada bangsa Israel zaman dulu yang terus menerus dicobai untuk menyembah ”patung-patung” yang fantastis yang terbuat dari kayu atau batu, atau bahkan dari emas atau perak.  Bagaimana mereka bisa begitu bodoh?


Masalahnya adalah mereka bayangkan bahwa barang-barang yang tidak berguna itu bisa menggantikan Tuhan dan memberikan mereka kebahagiaan, sehingga dalam pikiran mereka patung-patung ini diasumsikan sebagai aura “yang suci”.  Yesaya menjelaskan betapa bodohnya mereka :” Patungkah? Tukang besi menuangnya, dan pandai emas melapisinya dengan emas, membuat rantai-rantai perak untuknya” ”Setengahnya dibakarnya dalam api….ia bahkan memanaskan diri,… dan sisa kayu itu dikerjakannya menjadi allah,…. ia sujud kepadanya, ia menyembah dan berdoa kepadanya, katanya: “Tolonglah aku!” (Yesaya 40:19; 44:16, 17).  Sungguh bodoh!


Tetapi coba kita bayangkan “allah” modern kita yang sekarang bisa menggantikan Tuhan.  Hal itu akan membuat kita senang : sebuah Rolls Royce baru; baju baru; rumah baru; satu juta (lebih baik ada sekarang) dollar di bank; wanita atau laki2 yang bukan pemberian Tuhan (”tidak dapat hidup tanpa dia!”); olah raga; karir yang egois.  Tidak ada ujung bagi ”allah-allah” kita. Setiap orang memiliki pencobaan tersendiri atas ”allah lain di hadapanKu”.


Namun semua pemujaan berhala meninggalkan perasaan pahit dan tertipu, karena seperti halnya ilah-ilah orang Israel yang dibuat oleh tangan, setiap “allah” menjadi debu di tangan kita.


“Tetapi penggodaan itu begitu dasyat!  Bagaimana kita bisa mengatasi perasaan itu?”


Inilah Kabar Baiknya: ketika kita mengerti dan percaya kepada kata pembukaan Sepuluh Hukum, saat kita menghargai apa yang telah Anak Tuhan lakukan bagi kita, semua ilah modern ini kehilangan daya pikatnya. Bukan lagi salib emas atau perak atau kayu di dalam gereja yang memikat jiwa kita; adalah pengertian tentang kasih Kristus yang dinyatakan pada salibNya.  Dalam terang salib Kristus, “ilah” kesayangan kita akan menjadi “debu” bahkan sebelum kita menyembahnya!  Semua kemegahan yang tadinya menarik kita sekarang telah kehilangan cahayanya dan kita sebenarnya mulai “Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia.” (Galatia 6:14).


Anda mungkin baru saja bergumul dengan pencobaan yang begitu sulit ditaklukkan untuk mengesampingkan hal-hal yang anda tidak perlukan, atau orang yang di luar pernikahan anda, untuk menjadi seorang idola, obyek dari persembahan hati anda gantinya Juruselamat.


Sebelum anda dicobai untuk mengorbankan jiwa anda, Tuhan menunjukkan sekilas pandangan betapa luar biasanya Surga itu.
Sebelum anda mengejar beberapa kekayaan dunia, Dia menyatakan kekayaan yang sebenarnya dari keselamatanNya “dalam Kristus”.
Sebelum anda menyembah “ilah” dunia, Dia tunjukkan betapa berharganya persahabatanNya yang kekal.
Sebelum anda mencari pemenuhan pada beberapa infatuasi yang terlarang, Dia tunjukkan pada anda cinta sejati yang kekal dan berharga.
Sebelum anda terpesona oleh “keindahan” lampu-lampu gedung-gedung metropolitan dunia, Dia tunjukkan pada anda sekilas pandangan kemuliaan kekal dari salib Yesus!


Semua ini terdapat di kata berkat pembuka : “Akulah Tuhan Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan”.  Bagaimana kita bisa menjadi begitu bodoh untuk membiarkan hal-hal rohani “Mesir” membingungkan dan mengacaukan kita?


Musa adalah seorang di dalam Mesir dan juga seorang yang dicobai dari Mesir.


Tetapi dia mengatasi godaan itu!  Ibrani 11:24-26 mengatakan bagaimana Berita Baik di dalam kata pembuka itu menyelamatkan dia dari jeratan cobaan pemujaan lubang-perbudakan : Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun [dia menjauhkan diri dari karir yang mementingkan diri sendiri] karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah,... menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah.”


Alkitab memberitahukan kepada kita bahwa Musa dibangkitkan secara khusus, dan sekarang berada di surga (Yudas 9).  Bayangkan dimana dia berada hari ini bila dia tidak memikul salib Yesus dan “mengarahkan kepada upah”!  Anda dan saya akan membayar beberapa sen untuk melihat mummi Musa yang terbungkus di museum Kairo bersama-sama dengan Firaun-Firaun “agung”, namun ini tak terjadi karena dengan bijaksana Musa telah mengucapkan “Selamat tinggal!” pada mereka.


Tuhan tidak pernah meminta kita untuk melepaskan sesuatu kecuali terlebih dahulu Dia tunjukkan betapa berharganya Pemberian yang telah dia berikan pada kita!  Mungkin kita bisa katakan dengan cara ini : Dia tidak pernah meminta kita menyerahkan boneka jelek sampai Dia meletakan bayi hidup yang berharga di tangan kita.  Dia tidak pernah meminta kita untuk menyerahkan mainan mobil dari plastik sampai Dia menunjukkan pada kita bahwa Dia telah memberikan kepada kita “Lexus” yang asli dan baru.


Dia tidak pernah meminta anda untuk menghindar penipuan Setan yang cerdik sampai Dia menunjukkan terlebih dahulu betapa berharganya Kristus sebagai Juruselamatmu.


Menerima warisan kekayaan alam semesta “dalam Kristus” untuk masa kekekalan – ini adalah sebab dimana anda tidak dapat menaruh ”ilah” lain di hadapan Tuhan saat anda percaya kebenaran injil.  Ini bukanlah satu perjalanan dengan usaha.  Ini adalah satu perjalanan iman.  Iman adalah seperti dinamit, sangat kuat, dinamit “bekerja”.  Menyelamatkan anda sebelum anda berdosa!  Menyelamatkan anda dari dosa!


Satu bongkahan kebenaran terdapat di dalam Galatia 5:16, 17.


Bila anda membiarkan Roh Kudus memegang tangan anda sementara anda memilih untuk berjalan bersama Dia, anda “tidak [tidak bisa] melakukan kejahatan” yang mana sifat alami untuk berdosa akan lakukan!


 


 


Hukum ke-2


Belajar Untuk Mengenal Tuhan:


Lebih Bernilai Dari Harta Dunia!


 


“Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun…”


(Keluaran 20:4-6)


 


Bahkan pendeta atau pastur sering menanggalkan bagian yang penting dari Sepuluh Hukum itu – kata pembukaan yang memberikan pada kita Kabar Baik sebelum kita mendengar hukum yang pertama: “Akulah Tuhan Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari perbudakan”. Kata “Tuhan” itu adalah bagian dari nama Yesus yang artinya “Tuhan menyelamatkan.”


 


Tuhan ingin kita mendengarkan injil Kabar Baik sebelum kita mulai mendengarkan tentang Hukum!


Dia memberitahukan anda bahwa Dia adalah Allahmu, Juruselamatmu, bahkan sebelum anda mengenal Dia, bahkan saat anda tinggal dalam kegelapan asing dari Dia.  Nama Yesus sendiri memproklamirkan, SAYA ADALAH Juruselamatmu!  Saya telah membawa kamu keluar dari perbudakan “Mesir” yang adalah rasa bersalah, ketakutan, kekuatiran tentang masa depan, ya, dalam penjara dosa. Yang kita semua butuhkan adalah pengetahuan tentang Kabar Baik itu.  Tanpa itu, kita tidak dapat menuruti hukum Tuhan yang suci, tetapi dengan pengetahuan itu, kita dapat lakukan.



Sekali kita telah melihat dan percaya kepada kebenaran tentang apa yang telah dilakukan Anak Allah dengan pengorbananNya di salib, kita tidak dapat menyembah “ilah” lain selain Tuhan – Penebus dan Pencipta – kita di Alkitab   Dia telah membalikkan “kutukan” yang menimpa umat manusia melalui Adam, sekarang Dia memperlakukan kita seperti kita tidak pernah berdosa.  Dia membawa kita keluar dari “Mesir” dari “tempat perbudakan”.  Saatnya menyampaikan Terima Kasih kepadaNya!


 


Apa yang selalu kita pikirkan sebagai “perintah kedua” menjadi pernyataan kedua dari Kabar Baik.  Begini:


 “Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit diatas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku” (Keluaran 20:4-6).


 


Mari kita lihat Kabar Baik yang terdapat di dalam hukum kedua : 


        1. Tuhan dan Juruselamat kita terlalu besar dan luar biasa untuk diwakilkan dalam cara apapun juga.  Dia adalah Pencipta langit dan bumi!  Pencipta Galaksi Bima Sakti!  Lautan samudera hanyalah sebuah cangkir di dalam tanganNya!  Dan Dia mengenal setiap diri kita, semua rahasia kita, lebih dari seorang ibu mengenal anaknya.  Bagaimana kita bisa menarik Dia turun ke tingkat ”apapun” yang dipikirkan oleh manusia?


 


2.  Dia bukan saja “besar” dalam pengertian keluasan, kebesaran, dan kekuasaan.  Dia ”besar” dalam pengertian kasihNya bagi setiap kita adalah pribadi dan tidak pernah berakhir.  Bukan saja Dia gantungkan pada alam yang tiada akhir ini matahari yang tidak terhitung dan juga Galaksi Bima Sakti, Dia juga merancang dan menciptakan burung kecil dengan kicauan dan sayap yang indah.  Dan Yesus katakan bahwa bila satu dari burung itu terbang dan menabrak jendela saya di musim panas dan lehernya patah serta jatuh, Bapa yang di Surga melihat kebawah dan memperhatikan apa yang terjadi dan sangat sedih.


 


Setelah memberitahu tentang hal ini, Yesus berkata : “bahkan rambut kepalamupun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit. (Lukas 12:7).  Mengapa, tidak ada satupun astronot di muka bumi yang dapat memberitahumu tentang berapa banyak matahari dan bintang di Galaksi Bima Sakti!  Demikian juga ibu manapun di dunia ini yang menghitung berapa jumlah rambut di kepala anaknya.  Namun walaupun “Tuhan Allahmu” mengetahui rahasiamu dan bahkan pikiranmu yang memalukan, Dia tetap mengasihi anda!


 


3.  Tuhan adalah Roh, tidak mungkin patung atau berhala dapat mewakilkanNya.  Dia ingin kita berbakti kepadaNya, tidak kepada berhala yang tidak berguna.  Saat ibu dan ayah mencium bayinya untuk mengucapkan selamat tidur, sering anak itu ingin ada boneka beruang bersamanya, semacam pengganti ”mama dan papa”.  Tetapi Bapa kita di Surga yang penuh kasih sangat bijaksana untuk tidak membiarkan kita memiliki benda mati untuk mewakilii diriNya.  Tidak ada Boneka Bayi ”tuhan” bagi siapapun yang telah belajar Pelajaran Pertama tentang kasih Allah!


 


4.  Boneka Bayi Beruang atau Boneka Bayi ditaruh di samping tempat tidur karena Ibu dan Ayah tidak bisa tinggal di kamar tidur sepanjang malam.  Tetapi “Tuhan Allah kita” selalu bersama kita, tidak berada di suatu tempat di sana : ”Dia sendiri mengatakan, ” Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” (Ibrani 13:5).  Salah satu nama Yesus adalah ”Imanuel” yang diterjemahkan, ’Tuhan beserta kita’ (Matius 1:23).  Daud bertanya, “Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?.... Jika aku berkata: “Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, dan terang sekelilingku menjadi malam; maka kegelapanpun tidak menggelapkan bagi-Mu, dan malam menjadi terang seperti siang; kegelapan sama seperti terang.” (Mazmur 139:7, 11, 12).


 


5.  Tetapi kedekatanNya bahkan lebih besar dari yang dilihat oleh Daud!  Perjanjian Baru menyatakan bahwa Dia yang datang begitu dekat dengan kita sehingga Dia menjadi salah satu dari kita (itulah artinya “Imanuel, …Tuhan beserta kita). Sebagai Pencipta dan Penebus, Dia adalah tanpa dosa, tetapi Dia turut mengambil keberdosaan kita agar Dia dapat dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, hanya tidak berbuat dosa (Ibrani 4:15).  Dia mengalami semua pencobaan dan perasaan kita. Dia bahkan merasakan cangkir pahit perasaan ditinggalkan.  Dia berseru dengan suara nyaring di salib, “AllahKu, AllahKu, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Matius 27:46).  Dia merasakannya dan mengatasinya, agar kita tidak pernah merasa ditinggalkan oleh Tuhan.


 


Mengapa Yesus, Anak Allah, datang ke dunia ini?


Bukan saja agar Dia dapat membawa kita ke surga saat kita mati.  Dia memiliki tujuan yang lebih agung.  Malaikat Gabriel memberitahu perawan Maria sebelum kelahiranNya, ”Engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” (Matius 1:21).  Inilah yang dijelaskan oleh rasul Paulus :


 


“Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut. Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh“ (Roma 8:2-4).


 


Itu adalah satu pencapaian yang lebih besar daripada membuat Galaksi Bima Sakti!  Lebih “mudah” bagi Pencipta untuk membuat dunia atau sebuah matahari; Dia hanya perlu bersabda – dan akan terjadi.  Tetapi menumpas dosa dalam tubuh manusia yang sudah jatuh dan berdosa? “Kutukan” yang ada? Melepaskan kita yang telah jatuh dan berdosa dari kuasa dosa ?  Itu adalah sesuatu yang tidak dapat Tuhan lakukan hanya dengan berkata satu kata yang kosong, ”Saya menaklukkan dosa!” Tidak, hal itu tidak akan berlaku.


 


Dia tidak dapat berbohong atau mengklaim telah melakukan sesuatu yang tidak benar.  Jadi, Dia melakukannya! Dia menjadi seorang Bayi di palungan Betlehem, seorang manusia, tumbuh seperti anak kecil dan menjadi seorang pemuda, mengalami semua pencobaan untuk berdosa seperti kita, dan katakan,”Tidak!” pada semuanya, bahkan saat Dia digantung di atas kayu salib.


 


Dan di atas salibNya, setan melontarkan godaan yang paling besar kepada Yesus, mencoba untuk membuat Dia berdosa terhadap satu hal kecil yang mungkin kelihatannya sepele agar Yesus gagal dalam misiNya “untuk menyelamatkan umatNya dari dosa mereka”.  Tetapi Yesus menaklukkan setiap pencobaan!


 


Tidak, tidak ada berhala atau patung yang dapat mewakilkan pencapaian yang begitu mulia!  Tidak ada satu malaikatpun di surga yang pernah berpikir untuk menyembah patung dalam rupa apapun juga.  Mereka tidak dapat melakukannya!  Dan demikian juga anda atau saya, bila kita memiliki pengertian yang cukup tentang kebenaran Kristus Juruselamat kita.


 


Sekali kita mengetahui Kabar Baik ini, kita ingin menyanyikan “Haleluyah” selamanya! 


 


Hukum kedua bukanlah satu peringatan kiamat bila kita membungkuk pada berhala, namun merupakan Kabar Baik dimana kita tidak pernah terlibat dalam penyembahan terhadap berhala apapun atau bahkan “pemujaan” berhala bila kita ingat kita memiliki seorang Tuhan dan Juruselamat yang luar biasa.


 


“Saya adalah…..seorang Tuhan yang cemburu,” sabdaNya.  Mengapa?  Karena Dia mengasihi kita!  Seorang suami yang benar-benar mencintai istrinya adalah seorang yang ”cemburu” bila istrinya pergi darinya untuk memberikan perhatian kepada lelaki lainnya.  Tuhan dan Juruselamat kita (yang namanya adalah ”Domba”) telah datang begitu dekat kepada kita dan menunggu pada hari kemuliaan itu dimana kita dapat katakan,”Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai,...... Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya [gerejaNya] telah siap sedia” (Wahyu 19:7).  ”Cemburu” ini adalah suci.


 


Hari itu akan datang segera gerejaNya memilih untuk percaya betapa baiknya Kabar Baik ini, dan mengijinkan Dia untuk “menyucikan kita dari segala kejahatan”, dimana “kain lenan” yang dikenakan oleh  “pengantinnya” adalah “ itu adalah  perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus“ (lihat 1 Yohanes 1:9; Wahyu 19:8).


 


Tetapi inilah Kabar Baik yang bahkan lebih baik.


Lihatlah janji pengampunanNya dalam hukum yang kedua.  Walaupun Dia harus “mengunjungi” kejahatan bapa yang jahat terhadap anaknya bila mereka memilih untuk tetap membenci kebenaran, menolak belajar kasih karunia yang diketahui oleh bapanya, tetap Tuhan menunjukkan “kemurahan kepada ribuan [generasi], kepada mreka yang mengasihiNya dan menurut perintah-perintahNya”.


 


Satu hari adalah satu dari 365 bagian dari satu tahun.  Yesaya 61:2 katakan Tuhan katakan ”pembalasan”Nya adalah seperti satu ”hari” tetapi rahmatnya adalah 365 kali besarnya – sepanjang ”tahun” lamanya


 


Dia mengasihi untuk mengampuni!


Dia menyenangi kemurahan!  Alkitab katakan bahwa Dia “senang” berbuat baik kepada orang-orang berdosa, menebus mereka dari kehancuran, memperlakukan mereka tanpa pamrih. ”Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita, tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia“ (Mazmur 103:10, 11).  Perhatikan : tidak dikatakan bahwa kemurahanNya adalah ”besar” atas orang-orang yang melakukan segala sesuatu dengan benar.  Tidak, kemurahanNya adalah besar atas orang-orang berdosa yang ”takut akan Dia”, yang memanggil namaNya.  Yoel berkata, ”Barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan” (Yoel 2:32).  Lukas katakan musuh-musuh Yesus mengkritik Yesus karena Dia ”menerima orang-orang berdosa” (Lukas 15:2).  Tetapi itulah sebabnya mengapa Yesus begitu luar biasa!


 


Saat mereka katakan hal itu tentang Dia, Dia merespon dengan menceritakan cerita satu domba yang hilang, dan bagaimana Gembala Yang Baik meninggalkan 99 yang sudah “selamat” untuk mencari satu yang hilang.  Itu adalah Yesus yang sedang mencari anda, betapapun tidak berharga atau berdosanya anda.


 


Faktanya, saat kita sedang “senang” ke Disneyland atau bermain golf atau memancing atau bermain games, Yesus “senang” mencari orang yang tidak bersemangat, orang-orang yang patah hati yang menghancurkan hidup mereka, pergi jauh, kehilangan perkawinan atau rumah mungkin, alkoholik, atau narkoba atau kriminal yang telah kehilangan harapan, dan melalui Roh Kudus Dia membisikkan kata-kata yang membangkitkan semangat mereka.  Mikha 7:19 katakan Dia “akan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut”.  Itu seperti halnya Dia katakan, ”Akulah Tuhan Allahmu”, Juruselamatmu.  Nama Saya sendiri ”Yesus” telah mengandung arti yang istimewa itu, ”Aku akan menyelamatkanmu dari dosa-dosamu”  Dan dosa-dosa itu yang telah membawa begitu banyak perasaan bersalah dan patah hati, saya telah menanggungnya di punggungKu, jauh di dalam lautan lebih dalam dari pecahan kapal Titanic; tidak ada seorangpun yang akan dapat menemukannya kembali”.


 


Saat Petrus sedang tenggelam, dia berteriak kepada Yesus, “Tuhan, selamatkan saya!” Dan Yesus mendengarkan doanya segera, menangkap tangannya, dan menaikkan dia.  Dia tidak akan pernah menolak siapapun :, “Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa  datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang” (Yohanes 6:37).


 


Anda mungkin bertanya, “Bagaimana saya bisa yakin bahwa “Bapa” bisa memberikan jaminan saya untuk selamat?  Kebenarannya adalah Bapa telah memberikan anda pada Yesus!  Dia “menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran” (1 Timotius 2:4).  Dia telah membayar hukuman dosa-dosamu, mati kematian kedua dimana dosa-dosamu harus ”bayar”.  Dan walaupun ”upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” Roma 6:23).


 


Setiap ucapan Tuhan adalah penting.


Ia tidak seperti pengacara yang menyodorkan kontrak dengan cetakan yang rapi kepada anda. Ia TELAH memberikan pemberian itu kepada anda, bukannya menawarkan bahwa semua itu akan tersedia jika anda terlebih dahulu melakukan semua hal yang benar untuk layak menerimanya. Kita semua tidak layak menerimanya, karena Adam telah memberikan kita “hutang dosa” tetapi Kristus adalah seseorang yang telah memberikan kita “kasih karunia”. “Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberikan Kristus” (Efesus 4:7). Kasih karunia membawa “pemberian” yang istimewa – “pembenaran” (Roma 5:15-18). Bapa di sorga memperlakukan dunia yang penuh dengan orang berdosa seolah-olah mereka tidak berdosa, “tidak memperhitungkan pelanggaran mereka” (2 Kotintus 5:19). Anda mungkin bertanya mengapa Ia tidak melenyapkan orang-orang jahat yang terlibat dengan kriminalitas dengan cahaya kemuliaanNya; itulah kasih karunia, yang diberikan dengan cuma-cuma kepada umat manusia dengan pengorbanan Kristus.


 


Namun ketika anda menyadari kebenaran mengenai kaish karunia itu, anda tidak akan dapat lagi menjalani kehidupan yang penuh dosa. Bukan ketakutan yang memotivasi anda untuk mengerjakan kebenaran; namun kasih karunialah yang memotivasi anda. “Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. Ia mendidikan kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini.” (Titus 2 : 11,12). Simpanlah hukum kedua di dalam hatimu. “Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun….”. Itu sebuah jaminan!


 


Jadi, Sepuluh Hukum Allah menjadi Kabar Baik Bagimu!


Tuhan telah lelah menulis hukum-hukum ini di batu. Ini adalah pekerjaan yang tidak berguna! Sekarang Ia ingin agar hukum-hukum ini tertulis di dalam hati manusia, sehingga kebahagiaan kta yang terbesar adalah hidup dalam keserasian denganNya dan dalam keserasian dengan seluruh alam semesta yang luar biasa, dimana oleh karena kasihNya disediakan untuk kekekalan. Ia akan menulis Sepuluh PerintahNya dalam hati kita, hanya jika kita memilih untuk membiarkanNya menulis di hati kita.


 


 


 


Hukum ke-3


Hukum yang Ketiga :


Belajar untuk Murni Sepenuhnya


 


Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, ...”


(Keluaran 20:7)


 


Kita sedang menjelajahi satu penemuan yang luar biasa tentang Injil : satu pemikiran bahwa “Sepuluh Hukum” Tuhan yang terkenal dalam realitasnya adalah sepuluh kepastian keselamatan!  Belajar untuk menjadi murni sepenuhnya adalah Kabar Baik.


 


Selama ratusan tahun orang-orang berpikir bahwa Sepuluh Hukum adalah sepuluh larangan, peringatan keras untuk tidak melakukan sesuatu yang secara alamiah ingin kita lakukan, sepuluh “larangan” tertera di batu yang keras dan menakutkan.  Sementara banyak orang mendengarkan khotbah atau membaca hukum-hukum itu, mereka menilainya sebagai menawarkan hati.  Tetapi sekarang dengan penemuan ini bahwa ada kepastian keselamatan di dalamnya, seluruh dunia dibangunkan untuk menyadari bahwa Tuhan memiliki Kabar Baik bagi kita di dalam Sepuluh Hukum.


 


Kita temukan di hukum pertama yang mengatakan ”Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku” sebagai satu kepastian pembebasan dari pemenjaraan yang menyakitkan atas pencarian diri.  Penyembahan pada diri adalah ilah palsu yang menutup pandangan kita dari Allah yang benar.  Kesia-sian yang tiada akhir yang datang bersama ilusi itu telah berakhir!  Selamat datang kepada kehidupan baru yang mulia yang bebas dari kekuatiran tentang ukuran yang tercapai atau tidak!  Hukum yang pertama adalah kepastian pembebasan dari pemusatan diri yang menyakitkan, satu garansi bahwa Tuhan akan menyatakan DiriNya begitu jelas pada kita sehingga hati kita tidak bisa tergila-gila dengan kepalsuan lainnya.


 


Dunia ini penuh dengan godaan yang menjanjikan kita kebahagiaan.


Tetapi semua itu meninggalkan kita dalam kehampaan dan putus asa.  Beberapa di antaranya adalah : uang, mobil, rumah, olah raga, hubungan seks gelap, apa yang kita sebut ”asyik”  Tetapi segala yang dibuat oleh tangan manusia tidak akan pernah memuaskan kerinduan hati manusia yang paling dalam.  Menemukan Kristus adalah kerinduan hati anda yang sesungguhnya dan bahwa Dia memberikan diriNya bagimu – ini adalah satu kepastian baru yang diberikan oleh hukum pertama. Dalam terangnya, tidak ada kepalsuan yang akan menipu kita lagi.


 


Kita temukan bahwa hukum yang kedua, “Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun – …Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya” adalah satu kepastian pembebasan dari rumah penjara – penjara yang membuat kita lelah dalam mencoba memuaskan keinginan kita yang tak berujung untuk memiliki lebih banyak lagi agar dapat mengesankan orang lain.  Tidak ada “buatan” tangan manusia atau pabrik yang berharga bagi penyembahan hati kita.  Saat kita mengerti kekayaan kerohanian yang benar dalam Injil, semua “barang” yang dapat dibeli dengan uang adalah seperti halnya mainan plastik.


 


Dunia ini senantiasa menjengkelkan kita dengan bujukan untuk membeli ”barang” ini atau itu, memberitahu kita bahwa kita tidak akan bahagia tanpanya.  Seringkali tekanan yang terus menerus begitu serius sehingga merusak kesehatan kita.


 


Penyembahan berhala adalah hal yang fatal. Tanyakan pada Bill Gates apakah uang triliunan membuat dia benar-benar bahagia.  Bila dia jujur, dia akan beritahu anda, seperti Solomo di masa tuanya, “Segala sesuatu adalah sia-sia” (Pengkotbah 12:8).


 


Apakah anda pernah berdiri di pinggir jalan dan melihat ke lampu jalanan?  Dan kemudian melihat ke atas pada kemilau yang terang dari sinar sebuah bintang?  ”Hal-hal dunia tiba-tiba menjadi buram” saat kita telah melihat wajah Yesus, dan dalam beberapa pelajaran ini kita akan melihat wajahNya dalam Sepuluh Hukum.


 


Hukum ketiga ini adalah satu janji tentang kebahagiaan dalam hati kita, begitu dalam sehingga tidak ada apapun yang bisa membodohi kita untuk berpikir ada yang lebih berharga.


Bunyinya :


”Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN   akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan  sembarangan” (Keluaran 20:7)


 


Hal ini bukan saja tentang mengucapkan kata-kata yang salah dengan bibir kita, tetapi lebih dalam lagi.  Hukum itu katakan : jangan berpura-pura menjadi pengikut Tuhan padahal anda tahu bahwa anda bukanlah pengikutNya.  Jangan membuat atau bahkan membiarkan orang berpikir anda adalah seseorang yang hebat padahal itu adalah satu kebohongan.  Tuhan telah menaruh pada hukum ini satu kepastian bahwa Dia akan memberikanmu karakter yang otentik.  Tidak ada kepura-puraan dari luar; tidak ada yang menutupi cacat di dalam.


 


Furniture Afrika Timur mungkin sangat sederhana desainnya, tetapi kayunya sangat kokoh.  Tidak ada lapisan yang dapat menipu anda saat anda melihat di showroom.  Banyak interior mobil-mobil baru yang dibalut dengan cat yang menyerupai  kayu keras (walnut) atau kayu kenari (rosewood) yang sebenarnya itu hanya plastik, yang kelihatannya seperti kayu mahal; hal ini membuat anda berpikir bahwa anda sedang mengendarai mobil mahal, tetapi sebenarnya pabrik hanya mengeluarkan sedikit uang untuk itu.


 


Tetapi mobil tidaklah penting.  Kita sedang berbicara mengenai karakter yang Tuhan inginkan dalam diri kita.  Bila anda menjadi seorang jutawan, tetapi pada akhirnya anda menyadari bahwa karakter anda hanyalah suatu imitasi plastik, anda tidak akan bahagia. Jadi, untuk menyelamatkan kita dari hal yang memalukan sekarang dan pada akhirnya, Tuhan kita yang terkasih memberikan hukum ketiga ini – satu kepastian bahwa jika kita percaya pada Injil Kabar BaikNya, Dia akan memberikan jaminan pada kita untuk membentuk karakter kita penuh kebenaran, jujur, dan suci.  Kita akan menjadi cahaya mercu suar dalam dunia yang gelap, tempat berlindung bagi orang-orang yang mencari keselamatan dalam badai.  Tidak ada sesuatu apapun yang dapat mendatangkan kebahagiaan daripada mengetahui bahwa Tuhan dan manusia menghormati anda karena kemurnian sepenuhnya.


 


Dunia telah melewati “Zaman Batu” dan “Zaman Tembaga”, tetapi sekarang kita sedang berada pada “Zaman Plastik”.  Batu dan tembaga dapat menanggung ujian api, tetapi plastik tidak dapat bertahan.  Rasul Paulus berbicara tentang ujian akhir dari karakter yang harus kita hadapi.  Dia menyamakan pembangunan karakter kita sama halnya dengan membangun sebuah rumah.  Ada ”fondasi” yang telah dibangun – Kabar Baik tentang Yesus menyatakan Dirinya sebagai fondasi itu : ”Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus” (1 Korintus 3:11).  Dia telah membangun ”fondasi” bagi kehidupan kekal bagi setiap umat manusia, mendemonstrasikan bagi kita bahwa Dia telah berperang bagi kita, menumpaskan ”kutukan dosa” dalam daging yang berdosa.  Dia telah berjuang keras dengan meletakkan ”fondasi” bagi istana yang indah-karakter bagi setiap diri kita. 


 


Ini adalah satu ilustrasi indah dari Kabar Baik :


·        Setiap orang harus memiliki sebuah “rumah” untuk tinggal.  Kita datang ke dunia tanpa memilikinya, seperti halnya kita datang kedunia dalam keadaan telanjang.


·        Kita tidak tahu bagaimana “membangun” karakter/rumah yang kita butuhkan.


·        Yesus datang untuk mengajarkan kita membangun karakter/rumah.  Ya, Dia datang untuk menyelamatkan kita dan telah menyelamatkan kita; kita “hidup”.  Tetapi pada Hari Penghakiman kita akan sangat malu bila kita tidak melakukan apapun bagi keselamatan yang telah Dia berikan.


·        Oleh karena itu Yesus datang untuk tinggal bersama kita, mengambil daging bagi DiriNya, hidup sebagaimana kita hidup, memberi teladan satu karakter yang sempurna kepada kita.  Kita tidak akan pernah bahagia di Surga kecuali kita membangun karakter penyangkalan diri seperti Dia yang mana melebihi sekedar kata-kata yang mengaku sebagai pengikutNya. Ujian terakhir dari penghakiman terakhir harus mendemonstrasikan bahwa kita berada dalam kebenaran ini.  Inilah yang dimaksud Paulus dengan “mendirikan sebuah rumah”.


·        Begitu besar kasih Yesus bagi kita sebagai individu dan pribadi sehingga Paulus mengatakan bahwa Dia telah membangun “fondasi” untuk “rumah” yang demikian bagi kita.  Sekarang, setiap hari kita sedang “membangun”nya.  Kenyataan bahwa kita hidup menunjukkan sesuatu sedang terjadi.  Arsitek akan memberitahu anda bahwa biaya yang agak besar untuk satu bangunan rumah yang bagus ada di biaya fondasi.  Pertanyaannya sekarang adalah, “Rumah” jenis apa yang sedang kita bangun hari demi hari?


 


Mari kita izinkan Paulus untuk memberitahu maksudnya :


 “Tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya… Ada orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata; yang lain akan menggunakan kayu atau rumput kering atau jerami. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian” (1 Korintus 3:10-15).


 


Sekarang kita mulai melihat Kabar Baik apa yang dibawakan oleh hukum ketiga.


Ini adalah satu kepastian apabila kita percaya Injil Tuhan, Dia akan memperhatikan agar kita membangun rumah yang tahan api!


 


Umpama anda tidak memiliki rumah.  Seseorang telah membangun fondasi rumah bagimu, sudah siap.  Untuk ilustrasi, mari kita asumsikan anda malas, dan anda mengumpulkan ranting-ranting dan membangun bagi anda tempat tinggal yang terbuat dari rumput di atas fondasi batu yang kuat dan indah.  Kemudian satu hari kebakaran dari hutan menyambar dan ”rumah” anda menjadi asap.


 


Tetapi tetangga anda membangun rumah dengan batu, dan saat semuanya berakhir dia masih memiliki rumah.  Bukankah anda akan malu?  Terlebih bila anda telah menunjukkan kepada teman-teman anda “rumah indah”, membanggakan keahlihan anda?  Rumput lebih murah dan mudah ditemukan daripada batu!  Anda hanya memiliki apa yang kelihatannya seperti sebuah rumah bagus, yang hanya beratapkan rumput.


 


Bahkan pastur, pendeta, dan pengkotbah perlu mendengarkan pekabaran ini.


“Sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu” (1 Korintus 3:13).  Namun pendapat manusia tentang kita bukanlah menjadi masalah pada Hari Penghakiman itu.  Apakah kita telah mengaku nama Kristus dengan sembarangan?


 


Kabar Baik dalam hukum ketiga memberitahukan kita bahwa Dia akan menyelamatkan kita dari membuat pernyataan palsu itu : “Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan”.  Percaya “kebenaran Injil”  dan anda akan menemukan bahwa “Injil Kristus….adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan” (Galatia 2:5; Roma 1:16).  Hari demi hari Roh Kudus akan memotivasi anda untuk meletakkan batu demi batu.  Anda mungkin tidak sadar akan kemajuan yang dicapai, tetapi sukacita yang paling menyenangkan adalah menemukan bahwa akhirnya ”rumah” yang Tuhan sanggupkan anda untuk ”bangun” adalah satu istana indah yang tidak dapat dimusnahkan oleh ”api”.


 


Paulus menjelaskan walaupun secara alami semua kita adalah “orang asing dan pendatang” sekarang ini kita “bangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus  sebagai batu penjuru, Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh” (Efesus 2:19-22).


 


Ini membawa kita satu langkah lebih jauh.


Kita bukan saja sedang membangun sebuah rumah/karakter; apa yang sedang kita bangun pada akhirnya akan menjadi sebuah bait suci yang akan didiami oleh Tuhan!  Untuk selama-lamanya!  Oleh karena itu kepastian hukum ketiga adalah pembebasan dari rasa takut – takut akan api Hari Penghakiman.


 


Dalam hati setiap orang, ketakutan berada di bawah permukaan.  Hal ini bisa meracuni sukacita. Ada “semacam ketakutan melihat pada penghakiman dan pembalasan yg berkobar-kobar” yang tidak bisa dihindarkan oleh siapapun; ada di situ, bahkan kadang-kadang saat kita bangun jam 3 pagi.  Sekarang hukum ketiga melepaskan kita dari ketakutan.  Itu artinya : Anda tidak akan malu pada Hari Penghakiman! Kabar Baik yang Berharga!


 


Ada lagi ilustrasi lain yang Tuhan gunakan untuk menolong kita mengerti : Menggunakan beberapa pakaian untuk menutupi ketelanjangan.


Hampir setiap orang pernah bermimpi berada dalam kerumunan orang-orang tanpa pakaian yang sesuai.  “Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan yang memperhatikan pakaiannya, supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya”. (Wahyu 16:15).  Hukum ketiga menjadi satu kepastian : Tuhan akan memberikan pada anda pakaian untuk dipakai!  Adalah melalui percaya kepada Kabar Baik dari kata pembuka Sepuluh Hukum kita memakai pakaian : ”Melalui kasih karunia engkau telah diselamatkan melalui iman” (Efesus 2:8, penekanan ditambahkan).  Memakai pakaian yang gratis adalah tugas kita; membangun rumah pada fondasi gratis yang telah disiapkan adalah tugas kita.  Tetapi bahkan iman melaluinya kita bangun ”adalah pemberian Tuhan” (ayat 9).


 


Hukum Tuhan yang ketiga mengandung satu peringatan yang tidak berani kita acuhkan.


TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan  sembarangan”. (Keluaran 20:7).  NamaNya adalah suci, tidak peduli berapa kali anda telah mengucapkannya dengan sembarangan.  Saat anda “melihat” apa yang terjadi di salib, bagaimana Anak Allah mengambil tempat anda, mati untuk kematian kedua, menanggung persembunyian muka BapaNya – kemudian sesuatu mulai terjadi dalam hati anda yang keras.  Melumer; airmata keluar dari mata anda.  Tidak pernah lagi anda akan menyebut nama yang suci itu dalam kemarahan atau dalam senda gurau!  Sekarang anda mulai mengenal Yang “namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.” (Yesaya 9:6).


 


Sekarang bibir anda, perkataan anda menjadi berubah.  Seperti murid-murid yang bersama dengan Yesus,  orang banyak mengerti bahwa mereka “berbeda“.  Orang-orang berkata, “itu nyata dari bahasamu.” (Matius 26:73).  Orang yang sombong menjadi rendah hati, pencabul menjadi suci, kata-kata kotor menjadi bersih.  Ini adalah Yesus yang menyelamatkan kita dari dosa, sekarang!


 


Satu hari proses “membangun” akan segera berakhir.


Satu dekrit akan datang dari Surga mengenai setiap manusia di bumi. “Berhenti sekarang! Sampai di sini! Apa yang telah anda bangun, itulah untuk kekekalan!” Kita membaca tentang hari itu di halaman terakhir dari Alkitab :


“Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya.  Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya”. (Wahyu 22:12,12).


 


Tetapi Kabar Baik yang sama menembus Sepuluh Hukum bersinar kembali pada halaman terakhir Alkitab.  Tuhan hanya menyiapkan kebahagiaan bagi anda :


 


“Berbahagialah mereka yang melakukan perintah-perintahNya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu. Tetapi anjing-anjing dan tukang-tukang sihir, orang-orang sundal, orang-orang pembunuh, penyembah-penyembah berhala dan setiap orang yang mencintai dusta dan yang melakukannya, tinggal di luar. ’Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang. Roh dan pengantin perempuan itu berkata: “Marilah!” Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: “Marilah!” Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma!“ (Wahyu 22:14-22)


 


Kata-kata berkat itu bukan dari penulis miskin!


Kata-kata sambutan itu adalah perkataan Tuhan untuk anda secara pribadi.  Buatlah pilihanmu, dan katakan, ”Saya datang!”. Tuhan telah berjanji dalam hukum ketiga bahwa Dia akan memandang anda ”tidak bersalah” selamanya. ”Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi….yang kesalahannya Tuhan tidak perhitungkan” (Mazmur 32:1).


 


Hukum ke-4


Perintah Hari Sabat Tuhan :


Istirahat bagi Jiwa-Keduniawianmu


yang Letih


 


“Ingat dan kuduskanlah hari Sabat” (Keluaran 20:8)


 


Tidak ada yang negatif dalam Sepuluh Hukum, walaupun seperti demikian halnya bagi orang yang belum mengetahui “kebenaran injil” (Galatia 2:5).  Kita telah melihat bagaimana tiga hukum pertama membuka gerbang kebahagiaan,dan bukan sebaliknya.  Demikian juga halnya dengan hukum yang keempat.


Bagaimana hukum keempat dapat menjadi satu kepastian perteduhan bagi jiwa-jiwa kita?


Ini adalah satu perintah yang diacuhkan oleh hampir semua orang di dunia. Mengapa? Apakah karena sulit untuk dituruti?  Tidak; Tuhan menyanggupkan setiap orang untuk menerima berkat Sabat yang terkandung didalamnya.  Ini adalah bagian dari kekayaan karunia Tuhan yang diberikan pada siapapun yang bersedia menerimanya.  Mari kita baca apa yang dikatakan :


“Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan  sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala  isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya” (Keluaran 20:8-11).


Tiada berujung berkat yang terdapat dalam hukum ini!  Ini hanya beberapa :


1.      Berkat perhentian Sabat adalah untuk seluruh dunia.


Tidak ada seorangpun yang terkecuali.  Tuhan sedang berbicara kepada anda dan saya, bukan kepada orang Yahudi.  Yesus berkata, “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat” (Markus 2:27; ”wanita” juga ”dibuat untuk laki-laki” tetapi perkawinan bukan saja ditujukan untuk orang-orang Yahudi!). “Laki-laki (man)” berarti semua orang.


“Istirahat” dalam pemeliharaan Sabat adalah kerinduan setiap hati manusia.  Ini lebih dari sekedar tidur siang untuk beristirahat fisik dari pekerjaan. Ini adalah kedamaian hati. Para jutawan akan memberikan segala sesuatu untuk perhentian Sabat yang sebenarnya!


2.      Tuhan beristirahat pada hari Sabat untuk memberkati dan menguduskannya bagi kita.


Karena Dia telah memberikan Sabat sebagai satu hadiah bagi dunia, hal ini dimaksudkan bagi kita untuk menikmatinya.  Anda tidak pernah memelihara Sabat sendiri; anda bersekutu denganNya.  “Aku menyertai engkau,” sabdaNya (Yesaya 41:10), dan Yesus berjanji, “Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu……Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.“ (Yohanes 14:18, 23). Yesus dan Bapa akan tinggal bersama anda! (dan itu berarti sukacita!).


Yesus berjanji, “Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Matius 28:20), tetapi hari Sabat membawa kita dalam satu hubungan yang intim denganNya.  Ini seperti halnya Dia membuat janji dengan kita; dan bila Dia adalah obyek dari kebaktian kita yang penuh kasih, kita pasti akan memegang janji itu.  Dan bukan saja sesekali; Sabat adalah hari khusus ketujuh dari setiap minggu.


Sabat seperti lem yang mengikat semua hari dalam minggu itu bersama.  Ini memberi alasan bagi seminggu.  Tidak ada satu manusiapun yang menemukan perhitungan satu minggu;  Itu diberikan Tuhan untuk dunia pada awalnya saat Dia menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, seperti yang diberitahukan dalam Kejadian 1.  Sabat adalah memperingati pekerjaan penciptaanNya; Evolusi tidak akan pernah berada di dunia untuk menipu begitu banyak orang bila saja dunia “mengingat hari Sabat, menguduskannya”.  Oleh karena itu  Sabat menjadi “tanda” umat Tuhan, dimana sabdaNya, “Hari-hari Sabat-Ku juga Kuberikan kepada mereka menjadi peringatan di antara Aku dan mereka, supaya mereka mengetahui bahwa Akulah TUHAN, yang menguduskan mereka (Yehezkiel 20:12).  “Tanda” Nya adalah seperti hal tanda tanganNya; ini seperti halnya Dia berkata, “Saya telah mencari mereka, dan di sini mereka – umatKu yang benar; mereka menyucikan SabatKu.  Hal ini menandakan mereka sebagai khusus Kepunyaanku!”


 


3.      Yesus sendiri menikmati persekutuan dengan umatNya setiap hari sabat.


Kita jarang berpikir tentang sukacita yang dibawakan oleh kita kepadaNya karena memelihara hari Sabat! Yesaya berkata, “Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas” (Yesaya 53:11).  Hari Sabat adalah seperti sebuah pesta yang meriah; Dia mengundang kita setiap minggu untuk bertemu denganNya dan umatNya pada hari yang istimewa itu, dan bila anda tidak berada di sana, Dia sedih karena Dia merindukanmu. 


Tidak ada gangguan pada hari “perayaan” itu. ”Di dalamnya engkau tidak melakukan pekerjaan apapun” Dia berjanji pada kita.  Yehezkiel menjelaskan hari-hari lain dari sepanjang minggu itu sebagai “enam hari bekerja” (Yehezkial 46:1).  Ada bermacam-macam gangguan pada hari-hari duniawi itu – beban berat, bisnis, mencari nafkah, membeli dan menjual, TV dan radio, kekuatiran dan pekerjaan yang melelahkan kita, berita-berita bencana dan kejahatan. Tidak ada “kedamaian” dalam dunia.


Tetapi pada hari Sabat semua gangguan disampingkan; itu seperti halnya kita meluangkan waktu satu hari bersama dengan Yesus dalam rumahNya, kita adalah tamu-tamunya, satu hari dengan hati yang damai, bebas dari kuatir, pelabuhan berteduh dari amarah badai laut, “sebuah taman dilalui sungai dari Surga, mata air yang menyejukkan dalam kehidupan yang kering, melelahkan.”


 


4.      Kita bahkan dibebaskan dari tagihan-tagihan yang jatuh tempo.


Kita mengesampingkan semua urusan-urusan kita pada hari Sabat; kita tidak mau membuat hal ini menganggu kedamaian kita dengan Tuhan karena kita percaya bahwa Dia akan memelihara kita, Dia akan memberkati pekerjaan kita selama “enam hari kerja” sehingga kita memiliki kecukupan untuk membayar tagihan-tagihan tanpa kuatir.  Alkitab memberitahu kita untuk meninggalkan rencana keuangan dan pembukuan kita sampai setelah Sabat, dan melakukan semua pekerjaan ”pada hari pertama minggu itu” (lihat 1 Korintus 16:2).  Jadi, hukum keempat yang indah ini menunjukkan pada kita bagaimana menikmati Sabat dengan Tuhan, bebas dari segala letih lesu, gangguan duniawi.


Sabat menjadi seperti satu hari dimana Surga berada di bumi.  Teristimewa anak-anak yang menaruh hormat dalam rumah sangat menyukai Sabat; mereka tidak sabar menunggu sampai ”Sabat yang akan datang”.  Saat Yesus berkata, ”Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.” (Matius 19:14), Yang dimaksudkanNya adalah : biarkan mereka datang pada hari Sabat.  Tetapi apabila kita tidak memelihara kesucian Sabat, demikian juga mereka.


 


5.      Hari ketujuh hari Sabat yang benar menjadi hari yang paling membahagiakan dalam minggu itu.


Pada kalender yang digunakan oleh hampir di seluruh dunia, hari ketujuh disebut Hari Sabtu.  Agar lebih meyakinkan, kita bisa memeriksa kembali dengan membaca Lukas 23:54, yang menceritakan tentang penyaliban Yesus : “Hari itu adalah hari persiapan dan sabat hampir mulai”.  Jutaan orang memperingati Jumat Agung sebagai penghormatan akan kematian Yesus; hal ini menunjukkan Sab


Watch what three German students do to a homeless guy





Comments
» »